Sabtu, 24 Juli 2010

Penyakit berak darah pada ayam bangkok

Berak darah merupakan penyakit menular yang ditemukan pertama kali pada tahun 1927 oleh richard WK. Sampai saat ini hampir seluruh wilayah didunia sudah pernah terserang wabah penyakit berak darah.

Penyebab:
  • protozoa Eimeria, meliputi E.Tenella, E. Nicatrix dan sejenisnya.
Cara pampak enularan:
  • Kontak langsung antara ayam sehat dengan ayam yang sakit.
  • kontak melalui peralatan kandang, tempat pakan dan minum.
  • kotoran ayam yang sakit mudah menularkan penyakit ini kepada ayam yang sehat.
Gejala Penyakit:
  • pada anak ayam terlihat tanda-tanda seperti mengantuk, sayap terkulai ke bawah, bulu menjadi kusut dan kasar, mata selalu terpejam, hilangnya napsu makan sehingga bobot badan merosot tajam.
  • jengger dan pial tampak memucat.\
  • kotoran sangat encer dan berwarna kemerah-merahan karena bercampur dengan darah.
  • pada ayam dewasa, gejala-gejala diatas jarang dijumpai tetapi ada juga yang terlihat jelas. Biasanya ayam dewasa yang terserang akan mengalami perubahan warna kulit yang tampak pucat.
Umur dan bagian tubuh yang diserang:
  • menyerang ayam dalam segala umur, tetapi yang paling sering adalah pada ayam berumur 1-10 hari. Beberapa ahli berpendapat bahwa umur 4-6 minggu merupakan masa potensial bagi ayam untuk terserang berak darah dengan angka kematian 20% hanya dalam waktu 2-3 hari.
  • menyerang pencernaan terutama pada usus dan caecum (umbai cacing). ayam dewas yang terserang jarang memperlihatkan gejala-gejala penyakit, walaupun ia dapat menularkan bibit penyakit tersebut pada ayam yang lebih muda.
akibat-akibatnya:
  • menyerang sel-sel usus, sel-sel darah merah dan darah putih.
  • terjadi peradangan dan perdarahan pada bagian usus
  • apabila tidak segera diobati, ayam akan mengalami kematian. Kematian terbesar terjadi pada ayam yang berumur dibawah 2 bulan.
Penanggulangan:
  • secara fisis. Penyakit berak darah dapat ditangkal dengan cara membersihkan kandang dan perlengkapanya secra rutin. Lantai kandang hendaknya dipelihara dengan baik, supaya kondisinya tetap kering dan tidak lembab. Kandang yang sudah tercemar berikut perlengkapanya dibersihkan denga desinfektan.
  • secara mekanis. ayam yang sudah terkena gejala penyakit ini harus segera disingkirkan dari kandang untuk sementara waktu, kemudian diobati dikandang lain(karantina)
  • secara kimiawi. Pencegahan penyakit dilakukan melalui pemberian obat coccidiostat secar berkala sesuai dosis yang dianjurkan pabrik pembuatnya. sedangkan pengobatan ayam yang sakit juga dengan pemberian coccidiostat dalam kandang karantina secara teratur.
 
Central Bangkok Farm Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template